Hati Vs Otak? Siapa Pemenangnya? – Dsy

Setiap orang, sepintar, secerdas, selogis apapun, pasti setidaknya sekali dalam hidupnya, pernah melakukan kebodohan dalam hidupnya, karena urusan hati ((: – Arisa, 2014

Adalah hal yang tidak terbantahkan, bahwa urusan hati itu bisa mengganggu stabilitas otak, membuat sebagian otak mendadak membeku, sebagian lain akan tercecer berantakan kesana kemari, dan sisanya akan kehilangan fungsi menstabilkan keadaan, sehingga yang terjadi adalah, kita akan mendadak bego, tidak bisa berpikir logis..

Langkah penyelamatan terakhir, dan mungkin satu-satunya harapan, adalah, adalah menyeret sedikit kesadaran yang tersisa, memaksanya memulung kembali setiap serpihan otak yang masih tersisa, mengatur ulang semuanya, lalu mengajarkannya tentang rasa sakit-perih-kecewa-luka-atauapapunitu, agar kelak, otak yang sama akan mengajakmu tertawa dan menertawakan kebodohan-kebodohanmu di masa lalu..

Deasy,

Sapporo, 20 Januari 2014
Di subuh yang beku, didepan diary lama yang terbuka, dan menyisakan senyum penuh ledekan dan rasa bangga sama otak sendiri yang skrg mau diajak tertawa dan menertawakan diri sendiri*

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s