days, kutipan

Kutipan 1 – Dsy

Catatan yang entah dari mana, tapi sangat menyentuh.

Saya sengaja memposting ulang, karena saya sendiri cukup terkuatkan dengan kata-kata ini.
Juga sepertinya sinkron dengan catatan saya bertahun lalu, yang juga sudah saya tuliskan di postingan sebelumnya.
Hanya saja, catatan ini lebih memfokuskan pada masalah hati.

Cinta konon seperti setumpuk pasir di telapak tangan. Jika digenggam kuat-kuat, butirannya akan berebut mencari celah untuk keluar dan jatuh meluruh ke bumi. Dan telapak tangan kita pun terasa perih. Tetapi jika digenggam dengan lembut, dan menyisakan ruang untuk butiran itu, dia akan tetap disana, terasa ringan dan nyaman dalam genggaman.
Hal pertama yang harus diingat ketika mencintai seseorang adalah, pada saatnya nanti dia akan berlalu. Karena mengharapkan cinta abadi berarti menyiapkan luka sendiri.

Walau mencintainya separuh hidup setengah mati, lepaskan sajalah. Jika memang dia untukmu, dia akan kembali. Dan bila dia memilih untuk berlalu pergi, berarti dia tidak pernah jadi milikmu. Untuk apa mengalamatkan cinta dan melabuhkan harap pada orang yang tidak membutuhkannya?

Bahkan menyerah tak selalu berarti lemah. Bisa jadi malah karena Anda cukup kuat untuk membiarkannya pergi, cukup dewasa untuk tidak bertepuk sebelah tangan, terlalu keren untuk jadi pengemis cinta, terlalu smart untuk menjadi terlihat bodoh.

Sayangi dirinya. Sayangi dirimu dengan berhenti memeluknya terlalu erat. Seperti semua hal lain, cinta juga membutuhkan ruang untuk berkembang. Menguasainya bisa jadi membunuhnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s