blog, days, future

Monbukagakusho MEXT – Dsy

Whii, udah lama banget g buka blog, update apalagi :))

Kemaren tiba-tiba kepikiran mau ngeblog lagi, rasanya pengen nulis banyak, hmm..

Posting kali ini pasti banyak, karena udah numpuk sekian cerita, so I’ll try to post more from now on

Pertama, mau update berita terbaru..

Dsy sekarang sudah tinggal di Sapporo-shi, Hokkaido Japan. Ya, akhirnya, puluhan tahun mencari beasiswa memberi hasil juga

Dsy berangkat kesini dengan beasiswa Monbukagakusho (MEXT). Proses aplikasinya sendiri cukup panjang (oh well, let’s say, sangat panjang).

Sebenarnya beasiswa MEXT ini ada 2 bagian, klo di Indonesia sih, dikenal 2 jenis, U to U dan G to G.
1. U to U, ini beasiswa University to University, jadi kita mendaftar langsung ke univ yang kita mau, itu sekalian apply untuk beasiswa.
2. G to G, ini beasiswa yg kita apply ke pemerintah. Jadi ada seleksi dulu di Jakarta, ntar dari seleksi ini, qt didaftarkan ke pemerintah jepang, dst, dst..

Kesannya U to U lebih gampang? Ah, jujur tidak🙂 semuanya punya kesulitan masing-masing. Kalau dsy sendiri akhirnya memilih U to U, karena alasan simple, dsy masih fresh graduate dan bukan PNS, yg rasanya susah akses ke G to G yg biasanya mengutamakan dosen atau PNS.

Prosesnya dimulai dengan persiapan aplikasi, termasuk riset proposal. Nah, untuk bikin riset proposal, kita harus dibimbing oleh dosen jepang (ini bahkan termasuk syarat beasiswa, dimana kita harus punya supervisor seorang Prof. ato Assoc. Prof dari Universitas negeri di Jepang).

Untuk supervisor sendiri, dsy kebetulan sejak 2009 sudah kenal Prof. dari Hokudai (Hokkaido Daigaku – Hokkaido University). Baru 2010 pertengahan sih mulai fokus dan benar-benar niat mau apply kesini.

Proses persiapan proposal itu, benar-benar proses yang menguras energy karena sensei (a.k.a professor / supervisor) menuntut progress yang lumayan banyak. Agak kerepotan juga, apalagi untuk dsy yang tidak berasal dari geodesi / geofisika murni. Oh iya, dsy apply ke geodesy sedangkan basic S1 di fisika (dimana belajar geofisika juga).
Persiapan proposal dimulai dari Mei 2010 dan akan disubmit akhir tahun. Setelah itu, kita menunggu interview dari Selection Committee, dan seleksi akhir. Untuk info saja, saat itu program yang dsy pilih hanya akan meloloskan 2 applicants untuk semua applicants yang mendaftar, alias, all applicants from all countries, hmm.

Proses wawancara selesai, semua aplikasi lengkap, tinggal menunggu hasil..
Dan jauh melebihi deg-degan, ini seperti menunggu sesuatu yang sangat sulit..

Akhirnya, Februari 2011, dsy menerima kabar baik, klo dsy lolos, Alhamdulillah, terwujud juga mimpiku kuliah di luar negeri 

Setelah itu, prosesnya berjalan lancar. Sensei itu super baik, membantu sekali sampai detail terkecil, sejak dsy dinyatakan lolos, sampai pengurusan visa ke konjen, membantu mengurus rumah atau dormitory sampai tiket dan penjemputan. Rasanya seperti diberi terlalu banyak..

Setelah itu, hari-hari menjadi lebih seru. Kuliah, riset, adaptasi sama lingkungan dan bahasa baru.

Seru, karena Sapporo, itu adalah kota yang indah, super indah malah  dsy datang pas Autumn, dan itu super keren. Hmm, bisa dibilang, Sapporo itu juaranya, disini komplit, kampus, tempat belanja, tempat makan, tempat jalan2, dll 
Next post, dsy mau cerita adaptasi awal di Sapporo dan moooore about Japan ^_^

Cheers

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s