heart

Yang Terpatahkan – Dsy

Eh, ini cuma iseng ngopy paste dari diary lho ya, bukan curcol dan serangan galau mendadak kog, kebetulan lagi bersih2 diari n nemu ini, lupa juga kapan ditulis..

Pernahkah kamu merasa disakiti?
Sebagian mungkin pernah, atau mungkin tidak, karena kamu hanya pernah menyakiti.
Tapi aku, akulah orang yang pernah tersakiti, karena akulah orang yang ditinggalkan.
Pernahkah kamu merasa seperti mau mati saja hanya karena satu orang?
Ketika dunia terus berputar, tapi ketika orang itu pergi, ketika seseorang meninggalkanku, maukah kuceritakan betapa sakitnya yang kurasakan?

Biar kuceritakan padamu bagaimana rasanya.
Tidak bisa tidur mungkin hanya salah satu efek kecilnya.
Aku tetap tertidur dan terbangun, namun rasanya tak ada ubahnya seperti di neraka, karena aku tidak bisa menemukan alasan kenapa dia dan aku tiba2 menjadi orang asing

Aku bahkan tak bisa menceritakan pada orang lain, karena mereka juga punya urusan lain untuk diselesaikan.
Akhirnya aku menangis sendirian.
Semuanya berakhir. Aku patah, aku hancur berkeping-keping.
Hanya kenangan yang tetap tinggal bersamaku.

Tapi semakin aku berusaha melupakan semuanya, semakin kenangan itu tinggal dan melukaiku.
Semakin sulit rasanya melupakan dan menganggapnya masa lalu.

Untuk orang-orang sepertiku, yang pernah disakiti, yang pernah ditinggalkan, 365 hari, bahkan berkali-kali lipat kami habiskan hanya untuk menerima, menghadapi dan berdamai dengan kenyataan, bahwa hati kami telah sangat dilukai dan dipatahkan begitu rupa.

Tahukah apa yang paling menyakitkan kemudian?
Yaitu kenyataan, bahwa dia yang meninggalkanku, tidak pernah sama sekali memikirkan aku lagi, atau seperti apa aku saat tanpanya lagi.

Rasanya seperti hanya aku yang tidak sanggup melepaskan.
Rasanya seperti hanya aku yang hancur dan terluka.

Dia terlihat dengan mudahnya melupakan semuanya, dan dia bisa kembali seperti dia tanpa aku, bahagia dan gembira, seperti tanpa beban dan ingatan, tentang aku yang pernah ada.

Yang paling aku inginkan adalah menghilang saja, menguburkan diri, seperti mati yang akan mengakhirinya. Tapi aku tak bisa. Kamu tau kenapa? Karena jika begitu, aku mungkin tidak akan pernah melihatnya lagi, bahkan dari kejauhan, bahkan dari ujung dunia, bahkan hanya sewujud kecil dirinya ditempat yang tak bisa lagi kudatangi.

*disebuah hari, diawal tahun, disebuah rasa yang masih menyisakan perih, disebuah keping hati yang masih tersisa*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s