days, heart

Bakti, atau Janji? – Dsy

Saya tau saya bukan versi terbaik seorang anak yang bisa diharapkan orang tua.
Di usia saya yang, well, sudah cukup dewasa, saya bahkan belum bisa memberikan apa yang diharapkan orang tua saya.
Di usia segini, saya masih belum bisa memberikan orang tua saya, pride yang sewajarnya diberikan seorang anak untuk ibunya.
Saya belum bekerja, sehingga belum punya uang yang bisa dengan bangga saya berikan pada orang tua saya sebagai, ‘ini hasil kerja saya’
Saya belum punya calon suami, well, jika itu salah satu harapan orang tua saya, dan saya belum bisa memastikan kapan saya bisa bertemu dengannya dan mengenalkannya pada ibu saya..
Saya masih punya amat banyak kekurangan, dan masih jauh dari apa yang ingin saya berikan untuk ibu saya..

Berada di negeri asing ini, jauh dari orang tua, membuat saya semakin jauh dari bisa menyayangi ama dengan layak, saya tidak bisa memeluk dan mencium ama seperti biasa, tidak bisa membantu menggaruk punggung ama, tidak bisa menemani ama jalan-jalan sore, tidak bisa tertawa bersama ama dan saya bahkan tidak tahu bagaimana sekarang ama melakukan hal-hal sederhana yang biasanya saya yang lakukan jika saya ada dirumah..
Saya yang biasanya selalu menemani ama kemana-mana, sekarang sedang tidak bisa berada disana..
Entah dengan siapa dan bagaimana ama kalau mau pergi dan mengurus sesuatu..
Saya khawatir, karena saya sering tidak percaya melepas ama pergi sendirian, entah kekhawatiran yang berlebihan, entah karena saya melihat ama memang butuh dijaga, oleh saya, anaknya..

Dan yang saya takutkan, saya akan mengecewakan beliau karena ketidakmampuan saya memenuhi harapan ama..

Maka tahun 2012 ini, tepatnya 2 bulan yang lalu, saya menyimpan sebuah mimpi untuk ama, dan yang sekarang bukan sekadar mimpi..
Saya sekarang sedang menjalani proses itu, proses untuk membuat ama tersenyum, membantu ama mewujudkan mimpinya🙂

Tepat setahun setelah saya memulainya, dengan izin Allah, ama pasti akan tersenyum bangga, bahagia, berucap syukur Alhamdulillah, menangis bahagia, dengan saya dipelukannya, dan saat itu, saya bisa mencium ama, sepuas hati saya, selama dan sebanyak yang saya mau..
Jika Allah berkehendak, dan dengan doa setulus hati, saya berdoa semoga apa yang sedang dan akan saya lakukan direstui Allah, dimudahkan, dan diberi jalan terbaik..
Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s