days, future

My study, my passions – Dsy

Pengen aja cerita sedikit tentang kuliah saya. Walopun kata orang mungkin apa yang sedang saya lakukan tidak menarik, tapi bagi saya, ini adalah kesenangan.

Memulai kuliah di jurusan yang lumayan sulit, dan melanjutkan S2 pada jurusan yang terlihat lebih mudah, ternyata menjebak saya.

Ya, saya terjebak menjadi mahasiswa Fisika selama 4 tahun, saya hidup dalam dunia yang bagi kebanyakan orang, sangat mengerikan. Tidak bisa dipungkiri, fisika ditakuti oleh sebagian besar anak sekolahan. Rumusnya, hitung-hitungannya, kerumitannya, menjadikannya salah satu hal yang sangat ingin dijauhi. Entah berapa banyak anak sekolahan yang berangan-angan bahwa fisika suatu hari nanti akan ditiadakan sehingga mereka tidak perlu pusing lagi karenanya.

Saya yang terkantuk-kantuk ketika belajar ilmu sosial, akan tiba-tiba melek begitu ada coretan-coretan rumus di papan tulis.

Entahlah, entah saya berbeda, saya merasa justru ‘nyaman‘ di jurusan itu. Saya merasa ‘menikmati’ semua hitungan dan kerumitan itu.

Entah saya anti-sosial entah apa, saya hanya merasa, saya nyaman menjadi sendiri dan tenggelam dalam buku-buku saya.

Dan dengan kuasa tuhan, saya berhasil melewati masa-masa kritis itu, masa-masa berkutat dengan hitungan, turunan rumus, integral, konsep elektromagnet, konsep kuantum, teori atom dan inti, hitungan fisika nuklir, dll..

 

Dan tiba-tiba saya memilih nyasar kesini, jurusan yang saya anggap ‘sedikit lebih mudah’, dengan harapan otak saya bisa bekerja sedikit lebih santai, hehe..

Dan disinilah saya, banting setir belajar ilmu bumi, ilmu alam..

Dan disinilah saya, masih saja berkutat dengan buku-buku, hitungan-hitungan, programming, analisa, dan lain-lain..
Tapi ternyata yang saya pilih tidak lebih mudah, saya dihadapkan pada berbagai kesulitan, beragam ilmu baru yang memaksa saya kembali bongkar sana sini, menuntut saya untuk membaca berbagai sumber acuan, dan saya tetap saja, suka dengan apa yang saya lakukan..

 

Dan saya menyadari, ternyata ini bukan tentang jurusan apa yang saya pilih, tapi ini lebih tentang saya.

Yang menjebak saya untuk berkutat bukan apa yang saya pelajari, tapi keinginan saya untuk mempelajarinya..

Yang membuat saya berkutat di lab berjam-jam, bukan fisika-nya, bukan hitungan-hitungannya, tapi obsesi saya untuk memahami mereka..

Yang membuat saya bertahan berada disini adalah, bagaimana saya menjadi terobsesi dengan semua ini.

Yang membuat saya berada disini adalah, karena saya menyukai kerumitan ini, saya menyukai proses saya mempelajari, ketika saya beranjak dari tidak memahami apa-apa, kemudian memulai memahami, dan pada akhirnya saya melihat langsung hasil dari apa yang saya pelajari.

Memulai dari nol, memulai dari tidak tahu apa-apa, beranjak dari mengetahui sedikit demi sedikit, terus belajar, dan terus melihat semakin banyak hal yang menarik yang akan saya temukan.

Begitulah saya, saya hanya orang dengan isi kepala aneh, bertanya terlalu banyak hal, dan terobsesi menemukan jawabannya sendiri.

2 thoughts on “My study, my passions – Dsy

    1. Wah jauh juga ya, krn kebanyakan Master Study utk sains pasti ada requirement khusus, klo fisika mereka kebanyakan ya minta harus menyelesaikan mata kuliah tertentu tergantung study yg akan kita pilih, klo mau fisika nuklir misalnya, mereka akan minta basic science di bidang itu (misal fisika atom, fisika inti, dll..

      Tapi klo udah ada kemauan, dicoba saja, mudah2an ada jalan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s