days, future

Point of View – Dsy

Sesuatu itu sering terlihat indah dan luar biasa, bukan semata karena hal itu indah, tapi bisa jadi karena kita hanya memandangnya dari jauh, dari sudut pandang yang menambah keindahannya..
Seseorang itu sering terlihat luar biasa, ada kalanya karena dia memang luar biasa, tapi bisa jadi dia hanya luar biasa karena kita hanya melihat dia dari sudut pandang kita.

Saya pernah berada di posisi, dimana saya melihat sesuatu yang luar biasa, berusaha sekeras mungkin berada di posisi itu, dan perlahan menemukan bahwa ternyata itu tidak seluar biasa yang terlihat.

Saya bicara tentang bagaimana luar biasanya ‘belajar di luar negeri’ di mata saya, antara dulu dan sekarang..

Menjadi seorang siswa biasa di kota kecil, apalagi impian saya kalau bukan melanjutkan sekolah ke kota besar. Mimpi yang awalnya hanya membimbing saya ke ibukota propinsi, akhirnya malah berubah drastis.
Sebuah keadaan, mimpi saya mendadak berubah, tiba-tiba merasa ingin sekali belajar di luar negeri, ingin sekali merasakan ‘pride’ sebagai ‘lulusan luar negeri’, dan ingin sekali merasakan hidup di negara yang berbeda, dengan bahasa yang berbeda dan menyicipi berbagai musim yang tidak pernah saya rasakan..

Mimpi bertemu para peneliti seperti yang saya lihat di TV, mimpi berbicara cas-cis-cus dengan bahasa yang berbeda, mimpi menyentuh tanah asing, mimpi dijatuhi daun musim gugur, mengecap dinginnya butiran kapas putih musim dingin, dan mimpi-mimpi lain..
Mimpi saya kala itu terlalu tinggi, dan rasanya akan sangat luar biasa jika berhasil terwujud.

Obsesi itu semakin menekan ketika saya hanya bisa melihat bagaimana serunya orang lain yang sudah ada disana, rasanya mereka adalah sosok-sosok luar biasa yang diberi karunia oleh tuhan untuk tidak sekedar bermimpi..

Dan hari ini, bulan ke 15 saya berada di alam mimpi saya, alam dimana saya benar-benar mendengar dan berbahasa yang berbeda, kala saya benar-benar menyentuh tanah asing, saat saya hampir tiap hari dijatuhi daun musim gugur yang indah, kuning jingga merah, dan kenyataan bahwa saya sering sekali mengecap dinginnya butiran kapas putih musim dingin..

Hari ini, mimpi itu bukan lagi mimpi, saya benar-benar mengalami semuanya, belajar dengan profesor kelas dunia, melakukan penelitian yang sesungguhnya, menjadi bagian dari ‘sesuatu yang penting’, melakukan hal yang dulu saya pikir sangat luar biasa..

Ya, begitulah, saya pikir semuanya sangat luar biasa, sampai di saat saya tiba-tiba tersadar, it is not that outstanding, it is just another chapter, I am just happened to be here, and so on..

Bukannya saya tidak bersyukur dengan dimana dan apa yang saya miliki sekarang, tentunya lebih dari syukur karena saya mengalami ini semua..
Hanya saja, ini tidak seluar biasa kelihatannya..
Melihat orang hidup di luar negeri, keren? Iya, mungkin begitu, tapi saya merasa, tidak ada bedanya buat saya, saya masih orang yang dulu, bermimpi tentang banyak hal, pergi menjelajah banyak tempat, menggilai pekerjaan saya. Ya, saya merasa tidak banyak perubahan besar dalam diri saya ketika saya pikir ‘saya sudah meraih impian saya’

Melihat indahnya daun maple berguguran di musim gugur yang lembab dan sejuk, saya tetap saja terkesima dengan kecantikannya. Tapi itu hanya sesuatu yang cantik, tapi rasanya ya sama saja..
Berjalan dibawah hujan salju, guling-gulingan di kasur putih itu, memakai busana musim dingin seperti yang saya lihat di TV dulu, mungkin seru, tapi sekali lagi, rasanya ya sama saja, saya masih dsy yang dulu..

Yah begitulah manusia, bukan tidak puas, bukan tidak bersyukur, hanya saya berpikir, saya hanya berdiri di sisi pandang yang sudah berbeda dari saya yang dulu..
Saya hanya berada di sisi lain, yang memberi saya celah untuk memperbaiki potensi saya, meningkatkan kualitas, memberi saya kesempatan untuk mengembangkan kemampuan saya, membentuk saya (mudah-mudahan) menjadi sosok yang lebih baik nantinya..
Tapi ada banyak hal yang tidak boleh berubah, yaitu diri saya, prinsip saya, keyakinan saya, sesuatu yang harus saya pegang teguh dan jaga..
Dan semangat untuk melakukan dan mencapai yang lebih baik, tetap harus dijaga, tanpa pernah lupa berpijak, agar saya tidak lupa bersyukur. Dan tetap ingat untuk menjaga hati, tetap menjadi bagaimana saya dulu..

Sapporo, 11 Januari 2013
Deasy yang sedang bosan dengan jalanan Sapporo di musim dingin yang membekukan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s