days, heart

Way of thinking – Dsy

Saya tidak sengaja memperhatikan, betapa kadang, pola pikir lelaki dan perempuan itu begitu berbeda.
Bukan, bukan saya suka membeda-bedakan orang berdasarkan gender. Karena bisa saja saya salah, karena yang saya amati cuma beberapa orang, tidak bisa saya jadikan referensi untuk kesimpulan secara umum.
Layaknya wanita dan segala kerumitan dan keunikan masing-masing mereka, lelaki juga tidak bisa digenarilisir hanya dengan melihat satu atau dua orang.

Entah ini betul atau tidak, tapi lelaki adalah makhluk dengan pola pikir sederhana. Mereka gak bisa diajak berumit. Mungkin bersilat lidah, berargumen panjang lebar dengan lelaki bukan pilihan yang tepat.

Bagi lelaki, setidaknya lelaki yang saya amati, dia hanya melihat hidup seperti dua sisi mata uang. Depan dan belakang. Logika biner sederhana, 0 dan 1. Elektronika standar, on atau off. Ya atau tidak. Hitam atau putih. Benar atau salah.

Padahal perempuan, setidaknya saya, adalah makhluk yang saya sendiri tidak bisa membayangkan kusutnya isi kepala saya.
Bahkan pertanyaan sesederhana ‘apa kabar?’ bisa diinterpretasi oleh otak saya dengan berbagai versi.
Banyak pertanyaan yang akhirnya terlihat tidak dijawab, padahal jawaban itu bahkan sudah diberikan tepat setelah tanda tanya dimunculkan.

Ketika berhadapan dengan masalah, mungkin lelaki juga cenderung berpikir sederhana.
Tidak, saya tidak mengatakan pola pikir mereka salah, atau mereka kurang secara intelektual, sama sekali bukan.
Tapi ada pola pikir yang terbentuk memang sederhana untuk beberapa lelaki.

Saya tentu tidak bermaksud menyalahkan pola pikir seseorang. Dia misalnya. Pola pikirnya tidak salah. Hanya saja, kami berpikir dengan pola yang berbeda.
Lantas, apakah kami tidak bisa menyandingkan dua pola pikir itu?
Bagiku, tidak ada yang tidak mungkin.
Tapi baginya, mungkin itu sulit.

——————

Semalam, sebuah obrolan panjang mengantarkan saya pada pemikiran lain,

Pertanyaan dadakan ditengah sebuah diskusi bersama si upiak, dengan topik yang selalu menarik🙂

1. Pernah membayangkan dirimu tiba-tiba akan hidup bersama seseorang yang jauh banget dari sosok yang bisa kamu bayangkan?
Bukan berarti dia tidak lebih baik, bukan, hanya, jauh beda dari apa yg bisa drmu bayangkan.
Pernah?
Spt dua gelombang yg berbeda frekuensi, beda amplitudo, beda tempo, tapi interaksi menghasilkan pola baru yang unik, mungkin cantik, dan menarik?🙂

2. Jatuh cinta kan gak bisa milih. Iya klo kita jatuh dan disambut oleh org yg sesuai keinginan kita.
Gimana klo orangnya bukan orang yg kita harapkan, tapi cinta terjadi?

Will love conquer all?

3. Again, same question, what will finally make us say yes?
Apa yg bisa membuat kita merelakan seumur hidup bersama seseorang? Because of love, or need, or desire?

————

Banyak pertanyaan di otak saya yang sama sekali belum terjawab.
Otak saya rumit, saya tidak mengatakan cerdas. Hanya, isi kepala saya terlalu aneh.

Ketika yang dibicarakan adalah jalan, misal jalur A dan B.
Otak aneh saya akan berpikir, opsi mana yg saya sukai, saya harapkan.
Begitu opsi itu sudah ada, otak saya akan mereka-reka apa saja yg akan saya temui dlm pilihan itu. Disana ada berjuta opsi lain yang berweliweran, mengajak saya menari-nari dalam imajinasi yang lucu, unik, dan membuat penasaran.
Begitulah saya, terlalu banyak skenario dan detail dalam otak saya.
Saya sering pusing memikirkan, bagaimana saya akhirnya akan menjalani salah satu skenario itu.

—————–

Sapporo 5 Februari 2013,

Deasy,
di sebuah subuh penuh pikir yang membuat mata gak bisa terpejam😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s