days, future, heart, kutipan

Al Jannatu Tahta Aqdimul Ummahaat – Dsy

Surga itu terletak dibawah kaki ibu..

Ridha Allah itu terletak diatas Ridha orang tua..

Itu hal yang aku percaya, dan itu yang membuat aku, selalu bertanya pada mom untuk apapun yang akan aku lakukan..
Hal yang aku lakukan hari ini dan akan aku lakukan besok, semuanya aku lakukan dengan seijin dan doa dari mom, dan bertujuan agar mom bahagia, agar mom senyum dan bangga mempunyai aku sebagai anaknya..
Belajar jauh ke luar negeri, berlama-lama membeku di kutub utara ini, bertahun menahan rindu terpisah dari semua yang aku sayang, semua kulakukan untuk satu tujuan, memperjuangkan dan menjalani hidup versi terbaik, agar aku bisa membuat beliau tersenyum di hari tuanya..

Dan sekarang adalah saat yang berat, kalau boleh jujur, karena untuk pertama kalinya merasa, aku membuat mom begitu khawatir dengan hidupku..

Aku, dimata mom, adalah anaknya, masih anaknya yang belum matang, bahkan sampai sekarang ketika sudah berumur 27 tahun..
Mom tahu aku bukanlah ahli mengambil keputusan.
Dan aku tahu aku bukanlah ahli mengambil keputusan.
Itu sebabnya aku banyak bertanya pada mom, dan itu sebabnya mom banyak memberi masukan..

Sampai hari itu, hari dimana aku meminta hal yang berat pada mom.
Melihat caraku bertanya dan meminta, mungkin mom khawatir, tapi beliau mengiyakan saja, demi satu alasan, she loves me, too much..
Jadi aku pikir mom berkata iya..
Itu yang aku pikir, aku pikir sedikit keberatan saja, kekhawatiran biasa seorang ibu, sisanya beliau mendukung apapun piihanku..
Aku mungkin terbutakan, aku melihatnya begitu..
Padahal disisi lain, mom jadi banyak melamun, gundah, hatinya gak tenang, dan aku akhirnya tahu beliau tidak benar-benar menyukai apa yang ingin kujalani, beliau merasa tidak benar-benar rela aku mengambil keputusan ini..
Mom merasa, ada sesuatu yang kurang ‘pas’ dengan yang aku inginkan. Walaupun padaku secara langsung hal itu tidak pernah diungkapkan.

Ketika tahu, aku tentu kaget, shock, sedih.
Aku menangis, aku sedih, kenapa mom tidak mendukung saja permintaanku kali ini..

Awalnya aku menangis, aku kecewa.
Aku kecewa dengan diriku sendiri yang tidak bisa membahagiakan diriku sendiri, sekaligus membahagiakan orang tuaku, dan juga membahagiakan orang yang menyayangiku. Rasanya susah berada di tiga peran sekaligus.

Hingga akhirnya aku bertemu dan berdiskusi dengan banyak orang. Aku berbagi banyak kegundahan, dan aku dibagi banyak pengalaman dan nasihat..
Perlahan aku tersenyum lagi, senyum karena aku mulai melihat semuanya dari sisi yang berbeda..
Mom bukan mencoba berada disisi yang berlawanan denganku, tapi beliau sedang mencoba mengingatkanku lagi. Aku diingatkan pada sebuah impian besar. Impian yang bagiku terlalu susah untuk dikejar, sehingga aku akhirnya memilih melupakannya. Tapi bagi mom, ada impian, ada harapan yang masih mungkin dikejar, bahwa sekarang terlalu dini untuk berbalik arah atau berbelok.
Dan aku tahu apa yang harus aku lakukan sekarang..
Aku kembali bersemangat dengan hari dan hidupku..
Aku bersemangat untuk membuat mom bahagia dan tersenyum dengan lega. Aku bersemangat untuk melegakan mom. Dan aku bersemangat lagi mengejar apa yang hampir kulupakan.
Keputusan ini adalah hal yang bisa membuat mom bahagia, dan tidak sedih, dan tentunya aku juga akan sangat berbahagia. Maka aku menjalani perjuangan ini sekarang sebagai perjuanganku, dan sebagai bakti untuk beliau..
Dan aku juga yakin, ketika kita menuruti kemauan orangtua, akan ada tangan Allah yang turut bekerja menata hidup kita.

Intinya sekarang, dengan impian yang sudah makin jelas, dengan harapan yang makin tampak..
Harus lebih banyak berdoa agar Allah mengijinkan impian itu untuk sampai ke tangan kita..
Dan harus lebih banyak berusaha, menjadi lebih baik, agar kita pantas untuk mendapatkan apa yang kita impikan..
Setelah berusaha dengan keras, setelah berdoa dengan tulus, kita akhirnya harus pasrah, pasrah pada apa yang akan Allah kirimkan..

Ingat, pasrah bukan menyerah🙂

Hingga akhir, yang akan kulakukan adalah memperjuangkan apapun yang bisa bikin mom happy, dan diridhai oleh Allah.
Aku akan berusaha keras mewujudkan mimpi dan keinginan itu, demi kebaikan semuanya..

Maka aku bilang, waspadalah, karena aku bergerak bukan sebagai diriku lagi, aku adalah anak yang sedang bersemangat, bergerak dengan hati penuh, dan doa penuh dari orangtuaku. Aku sedang berdoa pada tuhan dan sedang berusaha keras mewujudkan mimpiku, mimpi mom, mimpi kami..

Apapun dan siapapun di depan sana, waspadalah ^^

Sapporo, 19 Februari 2013

Deasy,
yang sudah mengunci ‘sesuatu’ di depan sana, Bismillah ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s