blog

Takdir – Dsy

Saya percaya takdir, dan saya percaya bahwa takdir saya adalah hasil kolaborasi Tuhan, alam, dan diri saya sendiri..
Saya percaya, Tuhan lebih mengetahui apa yang baik buat saya..
Saya tahu apa yang saya inginkan, tapi Tuhan tahu apa yang saya butuhkan..

Bulan lalu saya dikejutkan dengan berita dari MEXT (Kementerian Pendidikannya Jepang), bahwa mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan memberi saya beasiswa untuk S3, sementara saya sudah terdaftar untuk S3..
Dalam kepala saya, duh, mau bayar pakai apa, mau hidup pakai apa, mau makan apa, tinggal bagaimana..

Sensei dan pihak fakultas memahami kebingungan dan keterkejutan saya. Usaha keras mereka lakukan untuk membantu saya, Hal yang tidka pernah saya sangka akan mereka lakukan untuk saya. Hingga kemudian saya ditawari bantuan, bantuan keuangan, yang bisa menutupi biaya disini, bisa membantu saya untuk menyelesaikan studi hingga September 2016 nanti..
Terharu, berterima kasih dan kaget..
Kaget ketika saya mendapat kabar tentang bantuan tersebut, karena ternyata jumlahnya ada di ambang batas kebutuhan saya..
Tentu saya kaget, karena, walaupun beasiswa dari MEXT juga tidak terlalu besar, tapi setidaknya bisa menutupi kebutuhan disini dan sedikit sisanya bisa saya simpan..

Padahal dulu saya berpikir, dengan sedikit tabungan sisa beasiswa itu, saya bisa ‘hibernasi’ dulu sejenak nanti setelah S3, jika saya belum dapat kerjaan yang layak..
Dengan berita ini, otomatis saya terpikir, ini saya pulang-pulang pasti jadi gembel nih, kerjaan belum punya, uang gak punya, masa mau minta orang tua, hmmm…

Otak saya berpikir keras, bagaimana caranya, agar pendidikan saya tetap jalan, tapi juga bisa bekerja dan menabung untuk bekal di tanah air nanti..

Dan mendadak saya dikembalikan pada mimpi saya 4 tahun yang lalu, saya yang waktu itu belum berpikir jauh, gak mikir banyak tentang uang, dan masih fokus pada kuliah..
Saya mendadak ingat Jerman dan mimpi-mimpi saya disana..
Saya mendadak merasa, Eropa tiba-tiba ada di depan mata saya, tempat yang selalu saya impikan..

Ya, saya akhirnya tidak berpikir banyak tentang ‘kelebihan uang’ saya nanti, tapi saya berpikir ke arah lain, ‘kalau MEXT tidak memberi saya beasiswa lagi, berarti saya terlepas dari kontrak untuk tinggal disini sampai tamat, jadi saya punya celah untuk -melarikan diri- kapanpun, saya tidak terikat perjanjian apapun, artinya saya bisa kabur sesuka hati saya’😀

Saya jadi kepikiran, kayanya melarikan diri ke Eropa bukan ide yang buruk😀
Saya jadi usil membayangkan begitu menerima ijazah S2 disini saya akan loncat ke benua sana, memulai petualan yang baru, di dunia yang selalu saya impikan..
Saya yakin saya punya peluang lebih besar untuk berada disana, saya percaya kemampuan saya bisa membawa saya kesana😀

Dan pencarianpun dimulai, saya mulai proses yang sama seperti 4 tahun yang lalu, semangat lagi untuk browsing beasiswa, semangat nyari research field yang pas, semangat lagi untuk ke jerman, dan paling semangat untuk ninggalin jepang, tidak akan bergaul dengan kanji lagi, hehe..

Semangat saya terjawab ketika saya didukung oleh dosen2 saya, bahwa memang ada baiknya saya gak berlama-lama di Jepang, bahwa ada baiknya saya memvariasikan ilmu saya dengan belajar di tempat-tempat yang berbeda..

Hingga saya menemukan sebuah kota di Jerman, kota yang dulu pernah saya lihat beberapa hari, kota yang dulu pernah sangat ingin saya jadikan tempat saya hidup dan berjuang, dan tiba-tiba sekarang, saya melihat ada mimpi saya disana, mimpi saya yang akan diperjuangkan dan diwujudkan disana. Sebuah tempat yang menyediakan peluang untuk saya, 1% kesempatan, 1 dari 100 peluang, cukup besar untuk seorang saya yang sangat optimis, cukup besar untuk confidence saya yang kadang memang kebablasan, hehe..

Dan saya mulai sibuk, saya mondar-mandir melengkapi dokumen. Dalam waktu singkat saya melengkapi semua persyaratan dari mereka, dan dalam hitungan hari, saya akan mengirimkan semua arsip, dan selang beberapa minggu saya akan menjalani interview dengan pihak sana..

Rencana saya begitu..
Rencana saya harusnya berjalan lancar🙂

Hingga saya terhalang pada sebuah surat, surat rekomendasi🙂
Saya sudah mendapatkan 2 referee yang akan mendukung saya, namun salah satunya tampak agak menyulitkan saya..
Bahwa beliau, di mata saya, tidak benar-benar mendukung saya, mungkin saya salah memahami, tapi yang saya lihat, saya tersulitkan, karena saya terganjal hanya oleh satu kertas ini, sementara semua dokumen lain sudah saya miliki..

Dan saya patah arang, saya kecewa, kesal, terus mencari alasan untuk menyalahkan beliau..
Saya seperti tidak terima, kalau rencana saya yang sempurna tersandung di hal kecil..
Saya adalah orang yang terlalu arogan, bahkan untuk kemudian mengakui, bahwa rencana besar saya justru harus terhenti hanya karena sebuah tanda tangan..
Saya terus menyalahkan orang lain, bahwa saya gagal bukan karena kekurangan saya, tapi karena orang lain yang bahkan tidak tahu banyak kemampuan saya..

Ya, itu salah saya, meminta rekomendasi dari orang yang bahkan tidak tahu kemampuan saya..
Salah saya, berpikir bahwa rekomendasi hanya tentang sebuah surat🙂

5 hari menjelang deadline, saya berpikir keras..
Saya sudah mengantongi surat rekomendasi, saya sudah punya dokumen lengkap, dan sudah siap untuk mengirimkan semuanya..

5 hari ini saya berpikir keras, tentang kemana sebenarnya maunya saya, tentang apa sebenarnya tujuan saya, dan apa sebenarnya maunya saya..

5 hari yang penuh kebingungan itu berakhir hari ini, jam 6:59 pagi waktu Jepang, alias jam 23:59 waktu Jerman, menit terakhir aplikasi Phd disana..

Saya tidak mengirimkan sehelai dokumen pun🙂

Saya tidak menyalahkan siapapun, kalaupun pernah, itu hanya sedikit kekecewaan yang saya simpan sesaat.
Saya tidak ingin lagi menyalahkan siapapun, ini kegagalan saya, ini ketidakberuntungan saya, ini kekurangan saya..
Saya tidak ingin menyimpan sesal, karena ini pilihan saya, ini keputusan saya..

——-

Sapporo, 19 Maret 2013

Deasy, yang 8 jam 16 menit kemudian malah tersenyum, dan mendapati, bahwa takdir memang tidak pernah bisa saya terka, dan otak saya yang sekecil ini tidak akan pernah mampu mencerna luar biasanya rencana Tuhan untuk hidup saya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s