blog, days, friends, future, heart

Teori Relasi – Dsy

Saya gak tahu apakah sudah ada yang mengeluarkan teori atau hipotesa ini sebelumnya, dan sayapun menelurkan hipotesa asal-asalan ini disela kegalauan, hehe, dan karena asal-asalan, saya memutuskan meresmikan hipotesa saya menjadi teori baru😀 *gak sesuai konsep pematangan hipotesa menuju teori😀

Saya beri nama teori ini, TEORI RELASI, sudah lama terpikirkan dan pernah saya bahas bersama si upiak di sebuah bahasan tengah malam😀

Teori Relasi I adalah “Kedekatan setiap diri dengan orang lain bisa dinyatakan dalam sebuah point yang disebut Point relasi atau Angka kedekatan”
Point relasi atau angka kedekatan menggambarkan angka atau nilai kedekatan diri kita terhadap pihak lain diluar diri kita sendiri. Point relasi/angka kedekatan ini menunjukkan besarnya hubungan yang kita bangun dengan pihak lain.
Misal keluarga, teman, sahabat, guru, musuh, maupun binatang peliharaan, atau apapun yang berhubungan dengan kita.
Dan hal yang sama terjadi dalam hubungan kita dengan Tuhan.

Teori Relasi II adalah “Setiap orang dilahirkan dengan jumlah point relasi yang unik dan berbeda satu sama lain”
Jadi begini, menurut saya, seperti halnya energi, setiap manusia dilahirkan dengan ‘point relasi’ tertentu, misalnya saya, mungkin saja lahir dengan point relasi 100.000 (dan saya belum punya satuan yang fixed untuk angka ini, mungkin kita bisa pakai satuan ‘point’ dulu).

Jadi misal, saya bisa jadi lahir dengan 100.000 point bawaan. Orang lain bisa saja lahir dengan point relasi 500.000 atau mungkin 10.000 point.
Point bawaan ini menyatakan besarnya point kedekatan saya dengan orang lain.

Teori Relasi III adalah “Point relasi setiap orang tidak bisa ditambah atau dikurangi, hanya dapat berpindah dari satu bentuk ke bentuk yang lain”
Jadi ketika saya bayi, saya sepenuhnya bergantung pada ibu saya, keluarga saya, jadi point 100.000 ini akan saya bagi dalam keluarga saya, misal ibu saya memiliki 50.000 dan 50.000 lagi dibagi pada keluarga yang lain.
Hal ini berarti, saya sangat dekat dengan ibu saya, juga dengan keluarga, dan saya belum terhubung sama sekali dengan orang luar.

Memasuki usia sekolah, saya akan berkenalan dengan teman, guru, dan lingkungan. Pada saat ini, akan ada point Relasi antara saya dengan mereka, dan point itu didapatkan dari mengurangi point-point saya dengan keluarga.
Simpelnya, saat sudah memasuki usia sekolah, tentu saya tidak akan sedekat dulu dengan keluarga, tidak akan sepenuhnya dibawah perlindungan ibu saya.

Jadi pengurangan point ini yang saya transfer pada bentuk relasi baru yaitu lingkungan sekolah.

Bentuk pemindahan point lain adalah, ketika kita sekolah dan berteman dekat dengan seseorang, maka kita mempunyai point relasi tertentu bersama orang itu, misal saya membagi 10.000 point relasi pada sahabat saya.
Ketika saya tamat sekolah, saya akan berkenalan dengan teman baru, dan disini saya akan memindahkan point relasi dari teman sekolah ke teman kuliah. Dalam artian, akan ada kedekatan yang akan saya kurangi dengan teman sekolah, dan akan ada kedekatan yang akan bertambah dengan teman kuliah.

—–

Begitu teori saya. Teori asal-asalan😀

Dan berdasarkan teori ini, saya menerima kenyataan, bahwa saat saya berpindah ke lingkungan yang baru, saya tidak bisa bertahan sedekat yang dulu dengan teman di lingkungan lama. Akan ada kedekatan yang berkurang. Akan ada kedekatan yang bertambah.

Ketika sekolah di Bukittinggi, angka kedekatan saya dengan keluarga masih besar, masih berkumpul setiap saat.
Kepindahan saya ke Padang, membuat saya ‘terpaksa’ mentransfer angka kedekatan itu, dengan mengurangi angka saya dengan keluarga atau angka dengan teman sekolah, lalu saya menambahkannya pada teman-teman kuliah.
Masa setamat kuliah, saya mengurangi angka kedekatan dengan teman kuliah atau teman sekolah, tapi menambah lagi angka kedekatan dengan keluarga, dan membangun angka kedekatan dengan keluarga baru di Jepang.
Sesampai di Jepang, angka kedekatan saya dengan teman di Bukittinggi maupun Padang akan berkurang, dan dialihkan pada teman-teman di Jepang.
Nanti ketika bekerja, saya akan mentransfer point itu pada teman baru, dengan resiko, kedekatan saya dengan teman sekolah, kuliah, ataupun teman-teman di Jepang akan berkurang.
Dan ketika saya berkeluarga nanti, saya akan mentransfer sejumlah point kedekatan pada suami dan anak saya, dengan logika yang sama, tentu dengan mengurangi point kedekatan dengan orang lain.
Dan point yang sama, akan saya pertahankan hingga saya meninggal nanti, setelah saya pindahkan pada banyak orang, yang saya temui sejak saya lahir, hingga saya meninggal nanti.

—–

Kelemahan teori saya adalah, saya belum bisa menemukan alat ukur untuk point relasi ini. Dan saya juga tidak bisa menjamin bahwa point ini bersifat kuantitatif alias bisa diukur. Herannya, kenapa ada kuantitas 100.000 atau 500.000 yang saya jabarkan di awal jika point ini sendiri tidak bisa diukur? Ya, di logika saya sih, ini adalah point bawaan yang saya analogikan dengan angka agar mudah dipahami, bahwa konsepnya ya seperti ini kira-kira.

Demikian teori asal-asalan saya, mudah-mudahan tidak disanggah dan tidak diragukan. Percaya sajalah pada teori ini, hehehe…

—–

Berdasarkan teori asal ini saya menyimpulkan, bahwa untuk menambah angka kedekatan dengan seseorang, akan ada angka kedekatan yang harus dikurangi.
Dan jika tidak ingin mengurangi angka kedekatan dengan seseorang, maka sebaiknya jangan ada penambahan angka kedekatan pada orang lain.

Sekian teori asal-asalan saya, sekadar penghibur diri menanggapi sapaan teman lama, seperti “dsy sekarang kita jarang ngobrol ya”, atau menanggapi statement, ‘dsy sekarang sering jalan sama si ini ya, bukan si itu lagi’, bla bla bla..

—-

Entah wajar entah tidak seorang calon geoscientist seperti saya menelurkan teori yang lebih berat ke bidang sosiologi ini, hehe, tapi ya sudahlah, namanya juga teori asal-asalan😀
Mudah-mudahan nanti saya bisa menelurkan teori asli di bidang geodesi, Amiin ^^

—–

Sapporo, 10 April 2013

Deasy, yang mencoba menghitung-hitung point relasi diri sendiri dengan orang sekitar🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s