blog, days, Photo

Four Seasons in Hokkaido – Dsy

Ceritanya saya lagi ngelab (atau cuma duduk di lab, hehe..) tapi tidak ada kerjaan yang signifikan. Sudah dua hari yang lalu kerjaan selesai tapi belum bisa submit ke sensei karena beliau kayanya sibuk, sehingga tidak bisa meneruskan kerjaan juga.Kebetulan ada waktu kosong, kebetulan juga lagi mood nulis, dan kebetulan lagi males keluar karena dingin, jadi pengen update blog aja😀
Di Sapporo sekarang sudah memasuki winter/musim dingin. Minggu lalu disini sudah disapa salju perdana, yang membuat saya pulang menghadang badai salju, sepeda saya memutih, pipi kebas memerah, tangan membeku, bulu mata berat karena dihiasi butiran es, dan tentu saja, jalanan dipenuhi salju. Hal yang tentu asing buat orang tropis seperti kita namun menjadi terbiasa karena ‘terpaksa’ tinggal di kutub yang dingin ini😀
Ah, baiknya saya share pengalaman saya, tentang 4 musim di negara-negara sub-tropis dan sub-arctic.Di posting ini tentunya saya akan menceritakan 4 musim di Sapporo, kota tempat saya tinggal dan menuntut ilmu 2 tahun terakhir ini.

Sudah 2 tahun lebih, otomatis saya sudah memasuki siklus ketiga perubahan musim. Saya datang kesini September 2011, permulaan musim gugur, dan melewati musim dingin yang panjang, lalu menikmati indahnya sakura di musim semi, dan secara mengejutkan merasakan ‘kampung halaman’ kala musim panas lalu mengulang lagi siklus setahun, pergantian musim, suhu, dan pertambahan pengalaman setiap momennya.

Bagi saya, setiap musim ini memberikan sensasi yang berbeda. Pergantian musim ini menghadirkan rasa yang berbeda, dan tentunya meninggalkan kenangan yang berbeda.

  1. Musim Gugur (Autumn/Fall)
  2. Musim Dingin (Winter)
  3. Musim Semi (Spring)
  4. Musim Panas (Summer)

Musim Gugur itu identik dengan hujan, lembab, basah, daun warna warni, dan nuansa romantis ^^

Bagi saya musim gugur adalah musim yang menarik. Semua daun memasuki proses kehilangan klorofil mereka, sehingga warna aslinya akan muncul, setelah sebelumnya didominasi oleh warna hijau daun. Tidak ada bunga yang mekar di musim ini, namun pemandangan sangat indah berwana-warni. Siapa yang tidak suka melihat daun maple berwarna kuning, oranye dan merah dimana-mana. Tidak terbayangkan sukanya saya mengayuh sepeda di udara yang sejuk, memasuki gerbang kampus, yang dihiasi pohon ginko biloba yang daunnya menguning seperti emas di kiri kanan.

Ginko Biloba Golden Leaves on Autumn
Ginko Biloba Golden Leaves on Autumn, Hokkaido University Campus

Tiba-tiba kampus ini menjadi tempat wisata, akan banyak yang berkunjung dan mengabadikan foto koyo di musim gugur ini. Cantiknya tidak terkira. Tidak salah saya mengatakan, musim gugur adalah musim yang romantis ^^

Awal musim gugur mungkin biasa saja, hanya udara tidak lagi sepanas sebelumnya, lalu lebih banyak hujan. Sebulan dua bulan, semua daun akan berubah warna dan tidak akan menyisakan hijau sama sekali, untuk kemudian berguguran dan siap menghadang terpaan salju selama musim dingin. Musim gugur ini akan berangsur makin dingin hari ke hari, hingga kemudian akan muncul yuki-mushi / snow-bug yang menjadi penanda bahwa musim ini akan segera berakhir dan musim dingin sudah dekat.

Musim Dingin bagi saya itu, musim yang saya tunggu-tunggu kedatangannya, sekaligus saya harapkan tidak usah lama-lama berlangsungnya, hehe.

Ya, di kota ini, kawasan sub-arctic, musim dinginnnya terlalu dingin dan berlangsung terlalu lama. Musim dingin dimulai awal November dan pertengahan April masih akan ada sapaan salju sekali-sekali, 6 bulan lebih, waktu yang tertunya panjang untuk hidup di kota yang diselimuti salju, sangat dingin, dan membekukan.

Ginko Biloba trees, without its golden leaves
Ginko Biloba trees, without its golden leaves
Hokkaido University Building
Hokkaido University Building

Tapi yah, musim dingin adalah musim yang cantik. Putih, bersih, indah dan tentu saja, menakjubkan ^^

Musim dingin berarti musim yang penuh tantangan. Pertama, saya tidak bisa mengayuh sepeda lagi kemana-mana, jalanan di kota ini tertutup salju yang perlahan mengeras, mengendap menjadi es yang super duper licin. Tentu tidak ada yang mau berguling-guling di jalanan jika nekad bersepeda sehari-hari😀

Hari-hari dari apato ke kampus tentu menjadi lebih berat, yang biasanya bisa ditempuh 5-7 mnt, skrg 30 menit juga belum tentu sampai, karena, lagi-lagi, selain harus berjalan kaki, kecepatan berjalanpun akan sangat rendah, bahkan bisa disebut ‘beringsut’😀

Akan semakin syahdu jika perjalanan 30 menitan ini ditemani badai salju yang, hampir tiap hari menyapa, hal-hal yang dulu saya lihat di film-film sebagai sesuatu yang luar biasa, akhirnya saya mengalaminya, menjadi manusia kutub nan beku😀

Hampir tiap hari selama 6 bulan ditemani salju yang terus turun, suhu mencapai -20C, dan berbusana musim dingin, jaket tebal, sarung tangan, sepatu anti licin, dll.

Namun tetap, keindahan musim dingin adalah keindahan yang berbeda🙂

Ranting dan dahan ditutupi salju putih, atap-atap rumah memutih, lalu pahatan es tersebar di tengah kota, festival musim dingin terbesar, bermain ski, atau sekadar snow-walking menyusuri hutan bersalju, indah dan menawan ^^

Kedatangan musim semi seperti sebuah harapan, bahwa akan ada kehangatan, tumpukan salju akan mencair lalu menghilang, dan tentu saja, musim ini akan dihiasi dengan bunga-bunga yang bermekaran. Suasana ceria, warna warni, hangat dan penuh harapan. Saya mencintai musim ini, karena saya menyukai bunga, dan saya merasakan musim ini adalah musim harapan, harapan bahwa esok hari akan lebih hangat dan indah.

White Sakura/Cherry Blossoms in Maruyama Park, Sapporo
White Sakura/Cherry Blossoms in Maruyama Park, Sapporo
Pink Sakura/Cherry Blossoms in Maruyama Park, Sapporo
Pink Sakura/Cherry Blossoms in Maruyama Park, Sapporo

Musim semi yang singkat, tidak pernah satu haripun saya lewati tanpa menikmati bunga sakura yang mekar, lalu tulip, lilac, mawar, dan bunga-bunga lain yang muncul bergantian, memberi warna dan keceriaan tersendiri.

Musim dimana taman-taman kembali berwarna, air sungai kembali mengalir, anak-anak kecil bermain dengan ceria berlarian, dan semua keindahan ini mengundang para fotografer untuk mengabadikan warna-warni indah ini.

Musim semi berakhir, sakura sudah menghilang, daun-daun hijau semakin lebat, dan suhu semakin memanas. Inilah masa dimana saya merasa kembali pulang ke Indonesia. Merasakan udara yang panas, menikmati kulit saya yang seketika belang jika lupa memakai pelindung tangan atau sunblock, dan momen amat singkat, 2 bulan dimana tangan otomatis mengipasi badan, yang kegerahan dan berkeringat.

Dibandingkan dengan musim-musim yang lain, mungkin musim ini yang paling kurang saya sukai, karena saya kurang suka udara yang panas. Yah, walaupun menghabiskan hampir 6 tahun di Padang yang panas, namun panas disini berbeda, panasnya kering, dan menghabiskan tenaga. Mungkin karena terbiasa 9 bulan dirundung suhu dingin dan sejuk, jadi musim panas membuat tidak betah.

Summer, Shibazakura Purple flowers, in Takino Hills, Hokkaido
Summer, Shibazakura Purple flowers, in Takino Hills, Hokkaido
Summer, Biei flower park, Hokkaido
Summer, Biei flower park, Hokkaido
Summer, Biei flower park, Hokkaido
Summer, Biei flower park, Hokkaido

Namun tetap, musim ini adalah musim yang indah. Langit cerah setiap hari, awan cantik, dan sebagian bunga mekar di musim ini. Saya tetap saja suka berkeliling mengumpulkan gambar-gambar ini dengan kamera saya. Menikmati musim ini dengan bersepeda sekeliling kota. Atau naik kereta api dan mencari pemandangan khas pedesaan yang indah dan asri. Dan tentu saja, menikmati siang hari yang sangat panjang. Langit Sapporo sudah mulai terang pukul 1.30 dinihari dan baru akan gelap lagi pukul 20.30 malam, tentunya agak memberatkan karena bulan puasa sering jatuh di musim panas ini😀

Yah, itu saja sekilas pengalaman saya tinggal di sub-kutub utara ini. Tentunya ini pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan.

5 tahun akan saya lewati disini, dan nanti sekembali ke Indonesia, saya yakin saya akan membawa banyak kenangan indah tentang kota ini.

Menikmati semua keindahan ini, maka nikmat tuhan manakah yang akan kamu dustakan?
Maha Besar Allah yang telah menciptakan segala sesuatu yang indah dan sempurna ini, Subhanallah ^^

4 thoughts on “Four Seasons in Hokkaido – Dsy

  1. hi Dsy_A.. salam kenal!🙂
    Rencananya sekitar tanggal 12-14 November ak mau ke Hokkaido. itu udah mulai salju atau belum ya? spot yang paling bagus menurut km dimana ya?
    Makasih banyaaaak..🙂

    1. Hai, salam kenal juga..
      Klo minggu minggu kedua november blm salju, masih autumn itu. Klo mau main2, sapporo (kampus Hokkaido Univ), ada banyak spot yg bagus pas autumn, trus bisa ke daerah Noboribetsu (Hell Valley), Jozankei (Hohekyou Dam), daerah Asahikawa, Daisetsuzan National Park (namanya agak lupa, hehe). Nanti klo ragu tanya lagi aja ya..

      1. Hai, sorry baru aku baca lagi. Trims buat infonya ya.. aku pikir udah mulai2 salju. kalau belum, jadi agak2 males ke Hokkaido karna jaraknya jauh. heheee. Klo menurut km apa yang spesial di Hokkaido dibandingin di Kyoto, Tokyo, Osaka sama Nara (soalnya ak baru ke 4 kota itu, jadi baru taunya 4 kota itu. heheee). Maap ya banyak nanya, soalnya pengen menjelajah lebih jauh di Jepang. Terima kasih🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s