blog, days, family, friends, future, heart

New Year 2014 – Dsy

Apa sih spesialnya tahun baru?
Buatku, tidak ada! ((:
Ini hanya seperti hari-hari lain, hanya mengganti satu lembar kalender dengan kalender baru, hanya bergeser beberapa detik dari hari sebelumnya, hanya satu hari lain dimana sesuatu berubah dari yang ada menjadi yang dikenang..

Apa yang spesial dari tahun baru kali ini?
Tidak ada, semuanya tetap seistimewa biasa, semuanya tetap se-luarbiasa hari-hari lain..

Yang berbeda hari ini, luar biasa bahwa hari ini aku sudah bisa tersenyum lagi, berdamai dengan kedukaan dan kehilangan, berdamai dengan kegagalan, dan berdamai dengan kekurangan. Yang istimewa hari ini, bahwa hari ini istimewa (:

Hari ini kalender baru sudah dibuka, dan semua kenangan tentang 365 hari istimewa di kalender sebelumnya mampir begitu saja. Memandang kalender 2013 yang tergantung di dinding, membalik setiap halaman, menandai hari-hari penuh berkah yang Alhamdulillah aku lewati dengan nikmat dari Allah, dan mengamati setiap coretan yang tertera disana, ternyata bisa membawa pada kenangan tentang bagaimana hari itu dijalani (:

Tahun lalu..
Aku banyak kehilangan..
Aku sering tersenyum..
Aku banyak tertawa..
Aku masih menangis..

Tahun lalu..
Aku kehilangan banyak hal, orang, dan semua yang istimewa yang aku punya…
Kehilangan sahabat, menjadi asing dengan pundak yang biasanya aku jadikan sandaran..
Kehilangan teman, tempat berbagi yang padanya aku biasa menceritakan apa saja, dan menyisakan perih karena ternyata, aku masih merasa dia ada, tapi tak ada, atau dia tak ada, tapi serasa belum benar-benar hilang..
Kehilangan entah berapa pasang telinga yang biasanya akan mendengar semua keluh, resah, tangis dan tawaku..
Kehilangan orangtua, sahabat, sekaligus mahaguru dalam hidupku, menyisakan sebuah celah, rasa kosong yang sampai kapanpun tidak akan pernah ada yang bisa mengisi lagi, sebuah celah yang meninggalkan rasa yang tak ada, rasa yang belum aku kenali namanya, hanya hampa yang menghambarkan sekian rasa dari tawa..
Di tahun itu juga aku kehilangan sebuah harapan, ketika memutuskan untuk melepaskan sebuah impian, ketika memutuskan untuk berhenti di suatu tahap..
Berhenti pada suatu jalan yang belum terlihat ujungnya, dan memutuskan untuk mengambil jalan yang berbeda, dan belajar menemukan jalan baru, harapan baru (:
Di tahun itu juga aku menemukan sebuah harapan lain, yang muncul sejenak lalu kembali hilang. Cukup untuk membuatku yakin, bahwa apapun aku, siapapun aku, hidupku sepenuhnya ada di tangan sang Maha Pengatur segalanya.

Menuliskan tahun lalu itu sulit. Karena memaksaku membuka setiap lembar ingatan. Tidak ingin, tapi ada sekian goresan yang ternyata masih menyisakan perih. Dan ini tugas waktu, untuk memberikanku kesempatan untuk menyembuhkan sekian luka.

Menuliskan tahun lalu berarti juga mengingat kesedihan lain, sebuah perjalanan istimewa yang nyatanya belum ditakdirkan untuk kujalani, mungkin pengingat bahwa ada banyak hal yang harus aku perbaiki di tahun ini.

Tapi tahun lalu bukan tidak istimewa, tahun lalu aku juga banyak tersenyum, hari-hari dimana aku yakin Allah amat sangat menyayangiku dengan caraNya yang luar biasa. Aku bahkan tidak tahu apakah sisa usiaku yang ada akan cukup untuk berterima kasih dan bersyukur atas semua nikmatNya.

Tahun lalu adalah tahun yang penuh warna, banyak senyum karena bertemu sahabat baru, tertawa lebih banyak bahkan pada hal-hal sederhana dan gila sekalipun..
Tahun lalu juga lumayan banyak menumpuk pengalaman dan dikejutkan oleh pencapaian-pencapaian luar biasa yang kadang tidak terduga..
Tahun lalu akhirnya mengecap pengalaman pertama ikut konferensi dan membawa hasil riset sendiri di Jepang, diikuti kegilaan bertualang sana sini sekadar menambah serpihan kecil untuk diingat dan disimpan di kotak memori ((:
Tahun lalu juga, akhirnya mewujudkan ‘janji’ untuk reunian dengan Laut Adriatik yang tenang, menjelahi kota kecil itu walaupun tidak menemukan serpihan kecil yang dulu tercecer disana, namun indah terasa saat menikmati matahari terbenam dari balik jendela kamar di musim panas yang menghadiahi warna coklat tua di sekujur tubuh lalu menutup hari ini dengan berburu gelato, pizza, dan spaghetti ke seantero kota..
Tahun lalu memberikan kejutan untuk diri sendiri dengan tiba-tiba terduduk di depan Colosseum di Roma, menjejaki setiap jengkal kota istimewa itu dan menghabiskan daya mendaki 320 anak tangga menuju kubah Basilika St. Petrus di Vatikan.

Tahun lalu terlalu luar biasa, puasa Ramadhan paling berkesan dengan sahabat dan teman-teman di Sapporo, disela kesibukan menyiapkan sidang S2, Alhamdulillah masih diberi kekuatan dan kemauan untuk sholat tarawih berjamaah di masjid sederhana dan menikmati lantuanan 30 juz Alquran yang akhirnya kami tamatkan dalam 29 malam, lalu menutup Ramadhan dengan senyum karena melewati sidang thesis dengan lancar..
Lalu menghadiahi diri sendiri selembar tiket untuk mengejar 1 Syawal di kampung halaman dan akhirnya memeluk hangatnya keluarga setelah hampir 2 tahun tidak bertemu langsung dengan mereka, sekaligus bisa memeluk ponakan untuk pertama kalinya..
Melewati liburan dengan menjelajahi kota dan kampung di Padang sana, berpacu dengan ombak melewati selat tak bernama menuju pulau-pulau cantik di Samudra Hindia, memberikan kenangan lagi berupa coklat tua tak kunjung menghilang dari sekujur kulit, dan menyisakan sekian lagi serpihan senyum dan kenangan yang bisa disimpan untuk kutengok nanti ketika suatu hari aku butuh tersenyum..
Menutup liburan dengan ceria namun tidak ikhlas, tapi mau tidak mau harus kembali ke Sapporo untuk menjemput embel-embel nama baru, MSc, yang sepertinya akan senasib dengan S.Si yang tidak pernah aku gubris keberadaannya ((:

Tahun lalu juga, akhirnya memasuki step terakhir dari rangkaian rencana pendidikan yang sudah aku rancang sejak jaman SD dulu, melanjutkan S3.
Bismillah akhirnya berstatus anak D1, memulai riset baru, sekaligus memasuki masa-masa kritis baru dengan teguran kiri kanan. Akan menjalani moment luar biasa ini hingga September 2016 nanti, mudah-mudah selesai dengan lancar dan tepat waktu, walaupun secara teori tertunda 3 tahun (: Bismillah, Allahumma inni as aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqan thayyiban, wa ‘amalan mutaqabbalan. Rabbishrahli shadri wayassirli amri, wahlul ‘uqdatammillisaani, yafqahul qauli, Amiin (:

Tahun lalu, di awal bulan Oktober, akhirnya juga, sebuah kesadaran datang, kesadaran akan hal penting yang mungkin bukan tidak terpikirkan, tapi sering terpinggirkan, yang diingatkan Allah dengan cara yang sedikit mengagetkan..
Dan ya, tahun lalu tercatat sebagai tahun bermulanya banyak kesadaran dan tahun yang ditandai dengan banyaknya perubahan besar. Seharusnya ini bertahan dan tetap dijalani dengan istiqamah hingga nanti, Bismillahirrahmanirrahim.

Tahun lalu ditutup dengan duka, mendalam, untuk sesosok yang tidak akan pernah lagi berwujud nyata dalam pelukanku, namun ada atau tiada dia, aku tetap seorang anak yang tumbuh besar ditangannya, dari bayi kecil yang lemah hingga aku yang sekarang sudah merasa cukup dewasa untuk terbang sendiri mengikuti egoku, yang aku bahkan lupa, bahwa mereka sering menangis merindukan anaknya ini pulang sekadar memeluk mereka, dan meyakinkan bahwa aku aka nada disamping merka. Sebuah kehilangan yang akhirnya mengubur sekian mimpi dan rencana, yang dengan angkuhnya aku rancang dan luput mengingat satu hal, bahwa Allah berkehendak atas nyawa hambaNya, dan dia yang memutuskan kapan titipan itu akan diambil kembali. Kehilangan. Hingga nanti, kasih itu sudah tidak terwujud nyata, kasih yang tidak lagi bisa kutunjukkan dengan pelukan, hanya berkirim doa semoga diijinkan Allah sampai untuknya..

Tahun lalu ini menutup satu episode, memberikan sekian serpihan mozaik lagi dalam hidupku yang masih berupa teki teki.
Dan tahun ini aku sudah siap untuk kembali mewarnai setiap halaman kalender dengan cerita yang berbeda.

Bismillah, akan melukis lagi warna-warni yang lebih ceria, akan menuliskan lagi kata-kata yang lebih bermakna, dan akan terus belajar menjadi diri sendiri yang lebih baik..

Resolusi sudah tercatat, dan sekarang saatnya mengubahnya menjadi nyata.. Sebuah revolusi untuk mewujudkan resolusi diri sendiri sudah dimulai, bismillahirrahmanirrahim..
Mudah-mudahan segala doa dan kebaikan diijabah oleh Allah, dan tahun ini dilimpahi kesabaran yang berlebih lagi untuk merelakan (si)apa yang sudah pergi dan hilang, dan kesabaran lebih untuk menanti yang akan datang, kesabaran menghadapi semua kekecewaan, kesabaran untuk menerima yang (mungkin) datang kembali dan dengan hati yang lapang untung memaafkan siapapun.

Semoga makin arif, makin banyak dikelilingi cinta dan kasih sayang, keikhlasan, makin banyak tersenyum..
Kembali mengumpulkan kembali serpihan mozaik dan menemukan jawaban dari teka-teki hidupku..

Pada akhirnya, hari ini hanya hari biasa, seperti hari lain dimana aku selalu berdoa dan meminta. Hanya hari biasa yang nanti akan mengagetkanku karena kumpulan 365 hari yang biasa ini akan menjadi 1 tahun yang luar biasa nantinya..

Welcome 2014, untuk senyum, tawa, cinta, kasih sayang, perhatian, dan segala kebaikan yang dibawanya ^^

Sapporo, 1 Januari 2014,

Di pagi yang cantik dihiasi salju yang turun lebat, mengawali tahun baru yang (mudah-mudahan) hangat ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s