blog, days, friends, heart

Dsy, kamu itu … – Dsy

Saya percaya, bertemu teman atau sahabat yang sebenar-benarnya itu bukan hal yang mudah.
Bisa jadi ini adalah pertarungan seumur hidup, bisa jadi kita menghabiskan sekian tahun bersama orang yang salah untuk kemudian menyadari kita memang salah melangkah, bisa jadi malah kita membuang mereka-mereka yang berharga karena kita salah melangkah lalu melewatkan tahun-tahun dengan penyesalan karena kehilangan mereka..

Bagi saya perjuangan ini ternyata berat, karena saya merasa terlalu rumit untuk dipahami ((:
Bagi saya yang bodoh ini, kadang butuh waktu terlalu lama, untuk menyadari dan menghargai keberadaan mereka (>.< )

Tapi dibalik itu, saya menemukan pencerahan luar biasa, dan menyadari bahwa pertarungan saya menemukan kesejatian sahabat itu mengantarkan saya pada hati-hati yang benar-benar tulus berada disamping saya (:

Menurut saya, sahabat yang paling benar itu, adalah yang tahu dan memahami saya, jauh lebih dalam dari apa yang dilihat orang lain, jauh lebih dalam bahkan dari apa yang saya perlihatkan..
Menurut saya, sahabat saya yang benar itu ya, yang tahu apa yang saya butuh dan harapkan ketika suatu hari saya tiba-tiba mmenceritakan banyak hal, mereka yang tau kapan harus memberi masukan, kapan harus memberi pendapat, kapan hanya mendengarkan, dan kapan harus marah..
Menurut saya, sahabat yang paling berarti itu, adalah yang bahkan tau saya, jauh melebihi diri saya sendiri..
Orang-orang yang tahu kapan saya benar-benar tertawa, dan tahu benar kapan saya hanya berpura-pura (:
Orang-orang yang tahu, siapa saya dibalik topeng-topeng yang saya sering pasang..
Orang-orang yang memahami saya..
Orang-orang yang tahu kapan saya benar-benar jatuh cinta, tanpa harus saya katakan (:
Orang-orang yang tahu apa yang saya ingin katakan, walaupun di mulut saya yang keluar bukan kata-kata itu..
Orang-orang yang tahu bagaimana saya, dan tahu siapa dibalik seorang Deasy yang mungkin belakangan makin banyak 'senyum' dan 'ceria' disana sini (:

Saya sendiri kadang malah tidak sadar apakah saya sedang benar-benar tersenyum atau hanya memaksakan diri, tapi sedikit sahabat saya, mereka yang dengan berani menyentil saya, berani menyimpulkan, dan berani memarahi saya (:

Dan saya bersyukur masih ada mereka, yang saya tahu, dimanapun mereka, sejauh apapun, selalu memeluk saya dengan rindu, dan menyayangi saya seberapa bodohpun saya, dan mungkin masih bertahan seberapa seringpun saya membuat mereka pergi..

Saya tahu bahwa mereka masih memahami saya, dan mengetahui apa sebenarnya didalam sini, tanpa saya harus membukakan lebar-lebar apa yang saya simpan (:

Saya sudah menemukan mereka, sahabat-sahabat itu, yang sudah bertahun-tahun bersabar menghadapi seorang Deasy, yang bahkan saya sendiri pun tidak akan tahan jika harus berhadapan dengan versi diri saya sendiri untuk waktu yang lama..
Saya sudah punya mereka..
Saya sudah menemukan mereka, yang masih, saya yakin, sayang dan peduli pada saya, setelah semua kebodohan, kepura-puraan, kemarahan, ego, dan semua hal buruk yang saya tunjukkan..

Saya sudah bersama sahabat-sahabat terbaik (:

Sapporo, 21 Februari 2014

Deasy, yang lagi buang-buangin topeng yang sudah terlalu banyak ((:
Deasy, yang lantas bertanya, ketika bagi saya mereka sudah menjadi sahabat terbaik saya, sudahkah saya menjadi sahabat terbaik mereka, menjadi definisi sahabat yang paling sempurna, seperti mereka bagi saya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s