blog, days, family, friends

Seksi Sibuk – Dsy

Saya percaya bakat seksi sibuk itu menurun secara genetis, hehe, karena melihat dari keluarga begitu, jadi pasti terbawa-bawa untuk selalu sibuk ini itu..

Sejak kecil saya sudah menyaksikan ibu saya yang sangat aktif di organisasi apapun, beliau adalah event organizer keren, bisa mengajak orang urun-rembug untuk kerjasama, bisa mengkoordinir tanpa sungkan untuk tetap turun tangan..

Sejak kecil saya juga melihat dua kakak saya adalah type orang yang gak bisa diam, selalu aktif di kegiatan apapun, karang taruna, remaja mesjid, pengajian, perayaan 17 agustusan, idul fitri, tak satupun berlalu tanpa kami sekeluarga ikut heboh di kelompok masing-masing, hehehe..

Bahkan nyaris selalu, untuk acara dikampung, rumah kami adalah base-camp acara apapun, hampir 24 jam pintu terbuka, dari anak kecil, remaja hingga dewasa mana ada yang sungkan bertamu atau memanfaatkan apa saja, rumah kami sudah seperti rumah semua orang ((:

Ya, sejak itu saya terpengaruh, berawal dari ikut-ikutan, lambat laun saya juga bagian dari kesibukan itu, bagian dari yang lari sana sini, dari yang dulu disuruh-suruh ini itu oleh para orang tua, hingga kemudian saya aktif sana sini..

Dan itu terbawa hingga bangku sekolah, kuliah, hingga sekarang disini..

Kegiatan OSIS, PMR, pecinta alam, mana pernah saya lewatkan, apalagi kalau sudah ada acara, adrenalin saya naik sekian kali lipat dan saya jadi semangat sekali..

Capek? Pasti, tapi saya akan lebih capek lagi klo melihat suatu acara berjalan tanpa keterlibatan saya, hehehe…

Tahun pertama disini saya udah sibuk sok eksis di PPI, dari jadi artis dadakan manggung klo diundang acara budaya, main angklung, ngajar kelas masak, share ini itu, dan saya menikmati semuanya, seru ternyata, krn disini kita yang jadi perwakilan negara, apa-apa harus serba bisa, dan selalu, saya senang bisa menjadi bagian dari kesibukan semacam itu (:

Tanggung jawab besar waktu saya dipilih sebagai ketua tim Indonesia saat Hokudaisai, full pressure selama 3 bulan mempersiapkan tim Indonesia, membuka stand masakan, dan itu sangat melelahkan, dan menyenangkan di waktu yang bersamaan..
Yang saya dapat apa? gak ada, secara materi, krn semua dana akan dimanfaatkan utk kegiatan PPI, tapi memang bukan itu yang saya cari, saya melakukannya karena saya menikmatinya, dan saya belajar banyak (:

Pertanyaan yang sama pernah saya ajukan pada ibu saya, “ma, udah gak usah sibuk lagi lah ngurus2in acara begitu, perasaan dari aku kecil liat kita kog selalu paling repot ya, klo udah ada acara semuanya udah sibuk masing2, kesana kesini?”

Pertanyaan yang sama muncul ketika saya bisa gak tidur berhari-hari untuk menyiapkan acara, rapat berjam2, pertanyaan, “kog saya lagi ya, yang mau repot kerja ini itu”..

Bulan lalu kami disini menggelar acara lumayan besar, dan lagi, awalnya saya memilih tidak terlibat, ingin mencoba jadi penonton saja..
Tapi entah kenapa, entah jebakan dari mana, kemudian saya tetap saja jadi ‘seksi sibuk’ yang terlibat ini itu, berhari-hari gak tidur, mondar-mandir sana sini..
Dan selalu sama, yang saya dapatkan mungkin bukan apa-apa, tapi kepuasan bahwa saya menjadi bagian sebuah team-work yang menghasilkan sesuatu, kepuasaan yang buat sebagian teman saya gak penting, sehingga mereka selalu mencari-cari alasan untuk gak kerja atau bantu, atau jadi alasan mereka untuk hanya membantu sekadar pelepas kewajiban..

Tapi ya, pendapat dan ketertarikan setiap orang kan berbeda, mungkin mereka nyaman begitu, sedangkan saya nyaman begini..
Mana tahan saya klo harus diam sementara disana sini orang-orang sedang sibuk ((:

Bakat ‘sampingan’ jadi organizer alias orang sok ngatur ini juga berlaku untuk urusan jalan2 dan party ini itu, saya paling suka merencanakan perjalanan atau acara, lalu ngumpulin sekian orang dan menikmati waktu bersama, ketawa dan mengabadikan kepuasan dan senyuman semua orang dibalik jepretan kamera saya. What’s more meaningful than seeing people smile because of you? It’s priceless (:
Yang saya dapat apa? Gak ada, cuma fun, karena bisa kumpul2 dan jalan2, itu saja, hanya kesenangan melihat sekian orang terhubung sedikit banyak karena saya yang suka heboh nyeret kanan kiri (:

Walaupun sekian rencana juga missed karena alasan ini itu, tapi saya belajar banyak, banyak sekali (:
Belajar bahwa mengatur orang dengan beragam sifat bukan hal yang mudah, karakter setiap orang itu berbeda, dan butuh perlakuan yang berbeda satu sama lain (:

Tidak jarang saya ‘makan ati’ karena salah satu teman yang merusak mood acara/trip yang sudah kita bangun..
Dan itu, menyebalkan (:

Mulai dari yang terlambat dan tidak patuh dengan disiplin, dari yang terlalu lelet sampai yang terlalu ngatur, itu semua jadi ngasih ilmu tersendiri ((:

Yang paling berkesan, saya pernah menyusun trip ke Venezia dengan beberapa teman, ketika itu saya stay di Trieste, terbayang mengorganize orang dengan beragam culture dan latar belakang negara, dan hasilnya, Bang! banyak konflik, sungguh..
Saya belajar bahwa ego saya masih tinggi dan ego ini harus saya tahan, sekaligus belajar bahwa ada kalanya saya memang harus bertahan dengan ego tinggi itu, harga diri!

Pernah juga bersama teman seperjalanan yang membuat saya nyaris mengamuk, ketika dia ngotot ingin melanggar sebuah peraturan kala kami berada di tengah gereja St Peter di Vatikan, membuat kami berdebat di keramaian, dan memalukan!

Pernah juga saya, ah, maksud saya, sering, saya mendapatkan surat ‘teguran’ dari anonim, yang mengata2i saya ketika saya mengorganize sebuah event, sementara sang anonim adalah orang yang bekerja sedikit saja tidak mau, tapi memilih melihat dari luar arena lalu menunjuk si ini dan si itu di arena saat sedikit kesalahan kami lakukan..

Tidak jarang saya jadi musuh bersama, karena kebagian tugas yang memang mengharuskan saya jadi musuh banyak orang, dan itu, sungguh berat, setelah mengorbankan waktu, tenaga, masih ditambah dibisiki celaan kiri kanan, benar-benar saya belajar menyiapkan hati yang kuat..

Ah, sudah banyaklah pahit manis yang saya rasakan selama berbaur dengan orang-orang ini, tapi saya kagum dengan diri saya sendiri, yang selalu saja tidak mau berhenti, dan kembali lagi menjadi si sibuk yang sok sibuk ((: *boleh lah ya sekali2 saya kagum sama diri sendiri, hehehe…

Sapporo, 24 Mei 2014
Deasy, yang kaget karena tetep aja di agenda 2014 ini statusnya tetap ‘kebanyakan acara’ padahal udah nyoba ngurangin, trus masih ribet aja diskusi online utk persiapan jadi mahasiswi ‘sok sibuk’ di AOGS meeting, tapi tetep, saya sukaaaaa, dan tetap tugas utama jadi anak sekolahan yang tiap hari sibuk jikken, plus mulai nulis, plus nyiapin 3 gakkai tahun ini, lalu mau pulang dengan sekian rencana untuk disana, hadeuh, saya kagum sama diri sendiri, this ordinary Deasy Arisa (: *hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s