blog, days, kutipan

Mencoba lebih baik (: – Dsy

~~~ Nasib Sang Ular ~~~

Seekor ular memasuki gudang tempat kerja seorang tukang kayu di sore hari. Kebiasaan si tukang kayu adalah membiarkan sebagian peralatan kerjanya berserakan dan tanpa merapikannya…

ketika ular itu masuk ke gudang tersebut, secara kebetulan ia merayap di atas gergaji, dan tajamnya mata gergaji menyebabkan perut ular terluka.

Ular beranggapan gergaji itu menyerangnya. Ia pun membalas dengan mematuk gergaji itu berkali-kali…
Serangan yang bertubi-tubi menyebabkan luka parah di bagian mulutnya.
Marah dan putus asa, ular tersebut berusaha mengerahkan kemampuan terakhirnya untuk mengalahkan gergaji yang dianggap musuhnya itu.
Ia pun lalu membelit kuat -kuat gergaji itu…
Belitan yang menyebabkan tubuhnya terluka amat parah…
Dan akhirnya ular itupun binasa…

——————–
Kadangkala di saat marah, kita ingin melukai orang lain, setelah semua berlalu, kita baru menyadarinya, bahwa yang terlukai itu sebenarnya adalah diri kita sendiri…

Banyaknya perkataan yang terucap dan tindakan yang dilakukan saat amarah menguasai, sebanyak itu pula kita melukai diri sendiri…!!!
—————–

Kutipan dari ‘dongeng’ di wall facebook uni Mutya (:

—————–

Tidak perlulah saya mengungkit lagi sekian keteledoran saya di masa lalu ketika saya terlalu sering mengumbar marah dan emosi, ketika saya terlalu sering lupa menyaring apa yang seharusnya keluar dari mulut ini..
Tidak perlu saya ungkap seberapa banyak sesal yang akhirnya tersisa di hati saya, setelah menyadari besarnya luka yang terjadi akibat kurangnya saya bersabar..
Berat rasanya untuk menjemput kembali kenangan akan sekian banyak hal yang saya korbankan, sekian banyak orang yang saya buat pergi, sekian air mata yang jatuh, hanya karena ego saya..

Saya mungkin belum jauh berubah, saya masih deasy yang sama yang suka kesal, kurang sabar, emosi-an dan sering ‘busuak ati’, namun saya yang sekarang lebih mencoba menahan sendiri, mencoba sekuat tenaga agar mulut ini tidak mengeluarkan kata-kata yang pada akhirnya saya sesali, lebih sering menangis, menahan isak, dan memilih bersandar pada sang Penjaga Hati, saat kesabaran saya diuji..

Saya masih jauh dari kata baik, saya masihlah saya yang dulu, yang masih dangkal memahami makna hidup, yang masih belajar mengajari hati ini, tapi setiap saat, dengan niat baik, bismillah, saya selalu berusaha agar makin sedikit kesalahan yang akan saya sesali nantinya..
Karena sesuatu yang sudah terjadi tidak bisa diubah, suatu luka yang sudah tergores amat susah disembuhkan, apalagi jika itu menyangkut sesuatu sepeka dan sesensitif hati..

Saya takut saya tidak punya cukup waktu, nyali atau kesempatan untuk meminta maaf pada orang-orang yang telah bersinggungan dengan saya..
Saya takut ketiadaan waktu, nyali, kesempatan untuk meminta padaNya ampunan atas banyak kebodohan yang saya perbuat..
Saya takut, karena saya adalah orang yang terlalu susah mengatakan ‘maaf’, karena saya masih si angkuh yang egois itu..

Masih ingin rasanya saya belajar lebih banyak, masih jauh ilmu saya dari kata sempurna, masih banyak ilmu sabar dan ikhlas yang harus saya pelajari, Bismillah semoga Sang Maha Pelembut itu belum bosan menyentil orang sebandel saya (:

———–
Sapporo, 30 Maret 2014
menjelang jam 12 malam,

Deasy
*yang lagi-lagi, ‘tanpa sadar’ berceloteh panjang lebar begini (:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s