blog, days, future

Apa cuma saya? – Dsy

Saya pikir cuma saya ––

Kadang ketika bercerita dan mendengar cerita orang lain, dan tiba-tiba mengungkapkan apa yang kita rasakan dan mendengarkan versi orang tersebut, kemudian terpikir, “ah, ternyata bukan cuma saya”

Itulah yang saya rasakan kemaren sore, ketika mengobrol dengan seorang teman, yang mendadak membuat saya lega, sekaligus berpikir, ah, saya pikir cuma saya, ah ternyata bukan cuma saya, ah, bla bla bla…

Berawal dari kepanikan saya yang meningkat akhir-akhir ini, karena mendadak jadwal saya ‘mempertanggungjawabkan’ hasil riset saya semester ini dimajukan beberapa minggu lebih awal.
Semester ini baru dimulai dua hari yang lalu yaitu 1 April, normalnya saya baru akan ‘disidang’ sekitar minggu pertama atau kedua Juli. Mengejutkan karena nama saya tercantum di deretan awal, yaitu minggu terakhir Mei.
Kaget, membayangkan, akhir Mei berarti 7 minggu lagi.
Apa yang bisa saya hasilkan dalam 7 minggu? Saya belum punya hasil apa-apa, sementara hasil sebelumnya sudah saya laporkan selengkap-lengkapnya 2 bulan yang lalu. Dan baru saja hasil itu saya submit, sehingga sekarang saya ketiadaan bahan. Terbayangkan, bagaimana saya nanti, apa yang harus saya laporkan, arghhh..
Panik, tentu saja.
Saya berasa mau gila, karena sejak dua bulan yang lalu saya mentok dan tidak menghasilkan apa-apa. Sudah dua bulan ini mencari ide sana sini, membaca entah berapa kali tulisan rujukan saya, sampai kertasnya lusuh dan penuh dengan coretan saya, tapi tetap tidak ada solusi, dan saya terlalu malu untuk mengakui bahwa dua bulan ini saya gagal, memalukan!

Saya pikir saya ini seorang psiko, orang gila, atau apa lah namanya, karena saya tiba-tiba memikirkan kemungkinan paling sadis, saya merasa tiba-tiba ingin bunuh diri -____-
Iya, konyol kan, saya merasa ingin mati saja, seperti mati bisa membuat saya mengakhiri tekanan berat ini..
Di kala lain, setelah melaporkan hasil penelitian, setelah zemi, pernah terpikir betapa memalukannya saya, padahal kalau saya sedikit lebih keras, pasti hasilnya akan lebih baik..
Andai saya bekerja lebih keras, mengurangi kemalasan, bla bla bla, berasa ingin bunuh diri sajaaaa….

Dan itu tidak sekali, pernah sekali dua tiga empat kali saya memikirkan itu, apa saya loncat aja dari gedung ini? Argh, benar, kuliah S2 dan S3 itu berat, berat sekali (:

Tapi kemudian saya berpikir ulang, semua pasti berlalu, stress itu pada ujungnya akan menemukan jalan, dan sudah sering saya mengalami itu (:

Pernah saya menangis berhari-hari saking paniknya, berharap saya mati saja, atau setidaknya berpikir, saya pulang saja ke Indonesia, mengakhiri dengan cara saya, biarlah saya pulang dalam keadaan kalah, saya tidak kuat!!!
Tapi, akhirnya tetap saja, saya melakukannya, dengan baik..

Ketika menerima ijazah S2 september lalu, saya berulang kali terkaget-kaget, dengan bagaimana seringnya saya berpikir untuk berhenti saja karen tidak sanggup, tapi nyatanya, semuanya terlewati juga (:

Jadi, seberat apapun hari ini, saya yakin akan bisa saya lewati, saya 2.5 tahun lagi, dengan memegang ijazah PhD saya, akan terkaget lagi, sambil tersenyum dan bersyukur, bahwa saya gak jadi loncat dari gedung ini, pada sebuah kepanikan di masa lalu ((:

Sapporo, 3 April 2014

Deasy,
yang sedang panik untuk gakkai akhir April, Agustus, dan paper, dan revisi, dan data, dan…
Argh…

*saat membaca ini lagi 1 Oktober 2016 nanti, berharap saya tersenyum bangga pada diri sendiri karena berhasil mengalahkan semua halangan itu (:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s