blog

Jarak itu bukan kita yang ciptakan – Dsy

Lucu, sekaligus menggelikan, hehehe..

Kadang saya merasa pakai topeng, karena membicarakan beberapa hal dengan beberapa orang, di belakang orang lain, secara sembunyi-sembunyi.

Sederhananya, jika seseorang membicarakan kejelekan seseorang pada kita, padahal di depan orang itu dia masih amat sangat baik, tentu tidak menutup kemungkinan dia melakukan hal yang sama, membicarakan tentang kita pada orang lain walaupun di depan kita masih baik-baik saja.

Itu alasan saya akhir2 ini menjaga jarak, menjauh, menghindar.
Beberapa chat saya setting muted, sekian obrolan saya abaikan, tidak lain karena saya jenuh, capek, jengah, dengan kebanyakan topeng yang ada.

Jika ada yang berpikir itu karena lelaki itu, ah, sama sekali tidak, perasaan itu sudah muncul jauh sebelum dia ada. Kalaupun pada akhirnya dia terlihat jadi penyebab, lebih karena dia, dalam kepala saya, adalah orang yang saya tunggu-tunggu untuk menyelamatkan saya (a.k.a menjadi tumbal dan alasan, hihi)
Hanya saja, sekarang saya terbiasa menikmati sepi, gak melulu mengharapkan orang lain untuk meramaikan suasana hari saya.

Dan beberapa hari yang lalu, saya terkaget2 sendiri dengan bagaimana saya ‘dipermalukan’ dan ternyata saya memang dibicarakan di belakang saya.
Tapi karena sudah menduga, yang saya lakukan hanya senyam senyum, sambil mikir, “tuh kan bener, saya diomongin”😀😀😀

Makanya kemaren saya memutuskan menjaga jarak saja. Jaga jarak aman.
Lebih aman saya menjauh. Lebih aman saya disini.

Sapporo, 16 Juni 2014

Deasy, yang rindu ketulusan *halah, bahasanya alay😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s