blog, days, family, friends, heart

Hati-hati dengan doamu!!! – Dsy

Kata-kata itu yang sekarang sering aku bisikkan pada diri sendiri..
Karena doa itu dahsyat adanya, kekuatannya tidak ada yang bisa melawan, apabila Allah sudah berkata “iya” pada apa yang kita minta, luar biasa dahsyatnya..

Bukan sok tau, atau sok alim, tapi itulah yang aku alami (atau aku setidaknya aku pikir, pernah/sedang aku alami)

Berdoa, siapa yang tidak suka melakukannya, karena pada dasarnya kita adalah makhluk peminta, selalu merasa ingin ini, mau itu, susah sekali merasa puas dan cukup..

Berdoa yang baik tentu saja bagus, apalagi jika doa itu dijawab Allah, kurang bahagia apa lagi kita? Rasanya ingin berteriak hingga seluruh dunia tau, “Hey, doaku sudah dijawab Allah!!!”

Berdoa, adalah hobbyku, jika aku bisa bilang begitu..
Aku bisa disebut pengemis, perengek, suka meminta apa saja..
Salah satunya (ah, terlalu sederhana jika menyebutnya,”salah satunya”), hehehe..
Tapi ya, salah satunya, adalah orang yang saat ini duduk disebelahku, lelaki yang sekarang mendampingiku, memarahiku kalau aku lalai dalam tugas, memaksaku bangun lebih pagi..
Ya, dia adalah salah satu hal yang membuatku ingin berteriak ke seluruh dunia, “Hey, doaku sudah dijawab Allah!!!”

Ya, setelah sekian “tidak” yang dengan senyum indah Allah jawab padaku, setelah sekian kata “tunggu” yang Allah tulis di hidupku, akhirnya dia menitipkan sebuah “iya”, “Iya dsy, sekarang waktunya”

Dan voila!! disinilah aku sekarang, disamping lelaki yang hanya memberiku waktu 10 menit untuk mencoretkan tulisan ini, karena saat ini aku sedang dalam masa romusha, dipaksa menulis sekian ratus kata setiap hari,agar paperku yang keteteran bisa segera tuntas..
Ah, kepanjangan pembukaannya, bisa-bisa 10 menitku habis begitu saja..

Ya begitulah, lagi-lagi aku katakan, hati-hati dengandoamu!!!

Kenapa? Simpel! Karena kita tidak tahu kapan doa kita akan dijawab Allah, maka hati-hatilah mengucapkan keinginan, apalagi jika efeknya tidak bisa kita bayangkan..

Kenapa aku menulis begini? Kenapa malah harus hati-hati dengan doa?
Karena pada suatu pagi, beberapa masa yang lalu, aku berdiri mematung, untuk sebuah kejutan, kejutan yang membekukanku, yang membuat aku tertegun, “Ya Allah, masa ini jawaban doaku? Kenapa sedahsyat ini hempasannya? Aku hanya sedang kesal waktu berdoa begitu, aku hanya sedang terluka saat berdoa begitu, aku hanya, Ah Allah, tolong yakinkan kalau ini bukan jawaban doaku, aku takut”

Begitulah..
Begitulah efek ketika doa yang kita ucapkan bukan doa yang baik..

Maka Hati-hatilah dengan doamu..

Sampai sekarang aku tidak tahu, apakah ‘tsunami’ ini adalah memang jawaban doaku yang sedang terluka, teraniaya kala itu, ataukah memang sudah takdirnya. Yang jelas, mulai sekarang, aku akan berhati-hati membisikkan kata pada Allah, apalagi ketika aku sedang menangis dalam sujud, apalagi ketika aku sedang terluka, apalagi ketika tidak ada kata-kata lain yang bisa aku kirimkan pada Allah, selain, “Ya Allah, dsy gak sanggup, sakit banget rasanya, tolong, tolong Ya Allah”

Catatan untuk diri sendiri: Dsy, mulai sekarang, hati-hatilah berdoa..

Dan yang lebih penting, hati-hatilah dengan sikapmu..
Kenapa?
Karena..
Karena ketika sikap kita, bisa jadi, melukai hati seseorang,dan di kala itu, ketika dia sudah tidak sanggup lagi menerima sikap kita, maka,waspadalah, ketika dia memilih Allah untuk tempatnya mengadu..

Kita tidak pernah tau, ketika kita mengalami suatu kejadian yang kurang menyenangkan, apakah itu memang sudah jalannya, ataukah, ada jawaban doa seseorang yang terjawab disana, seseorang yang bersandar pada Allah, saat dia teraniaya oleh kita..

Jadi, selain berpikir tentang hati-hati dengan doamu, akupikir lebih jauh, ada kehati-hatian yang lebih ingin aku catat baik-baik, “Hati-hati dengan mulutmu, hati-hati dengan sikapmu”

Jangan sampai, jangan sampai ada doa orang yang dijawab Allah karena teraniaya oleh sikap atau kata-kata kita..

Sungguh tak terbayangkan..
Jangan sampai kita menjadi alasan orang lain terluka, lalu menangis dalam sujud, dan mengadu pada Allah..
Jangan sampai..

Maka..
“Hati-hati dengan mulutmu, Hati-hati dengan sikapmu”

Sapporo, 6 November 2014

Deasy,
yang mendadak kepikiran hal ‘sederhana’ ini, disela kesibukan menulis paper, dalam curi-curi waktu yang sangat minim, dalam pengawasan ketat suami karena cuma dikasih 10 menit untuk “curhat” disini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s