blog, days, family

I am ‘cheese’ing (Part 1) – Dsy

Mari belajar membuat keju, itu judul project bulan ini, dikarenakan saya dan suami adalah penggila pizza dengan topping keju yang melimpah😀 Berawal dari mahalnya harga keju (terutama mozarella), jadi kepikiran belajar membuat keju sendiri.

Proses pertama sudah dimulai suami beberapa minggu lalu. Karena belum punya tablet rennet, suami memakai koagulan pengganti (bisa cuka atau air asam), dan akhirnya dipakai air lemon. Proses hingga membuat curd dan whey terpisah masih berhasil, namun kelanjutannya gagal, dan waktu itu belum tau penyebabnya apa, hmm..

Karena penasaran, saya memutuskan pakai rennet, mungkin ada yang ingat beberapa hari yang lalu saya posting kalau rennet saya sudah sampai, dan baru sempat malam ini mempraktekkannya.

Teori sudah hafal luar kepala, bahannya lengkap, dan siap di dapur (2.5 jam, minimal, katanya).

Jam 19:00 tadi saya mulai prosesnya..

Semangat, sampai curd dan whey terpisah masih lancar. Rencananya whey ini saya simpan untuk buat ricotta cheese..

Curd-nya saya olah, niatnya tentunya mozarella, dan saya ikutilah step step yang sudah saya pelajari..

1.5 jam kemudian, tangan saya sudah panas karena dough atau curd ini harus saya knead (hmm, knead, uleni kali ya, bahasa kita-nya).

Kebayang tangan saya harus menguleni hingga curd tadi jadi berwujud mozarella..

1 jam kemudian, gak jadiiiii..

Saya frustrasi, hahaha, kog gagal, tadi kayanya lancar-lancar aja..

Akhirnya saya menyerah, (bekas) curd tadi saya padatkan, entah mau jadi apa, siapa tau bisa jadi hard-cheese, hahaha, dream on..

Lalu suami bilang, apa kita salah pakai susu ya, buat bikin keju gak boleh pakai susu ultra lho..

*saya baru tau, gak ada tuh di teori yang saya baca, hahaha..

Lalu buru-buru liat di kemasan susu yang kami beli, dan voila! ini bukan susu ultra biasa, tapi ultra-pasteurised, alias dipanaskan di suhu 130 C selama 2 detik😀😀😀

Jadi saya baca lagi tentang efek memakai UH utk membuat keju, eh taunya bener, buat bikin keju gak boleh pakai UH, apalagi UHT, hahaha, katanya perbedaan signifikan akan kelihatan setelah curd kita panaskan (iya sih, curd saya aneh setelah dimasukkan ke microwave).

Ya mana berhasil ya, hahaha, aduh sebenernya nangis, udah mubazir susu setengah galon, tangan panas, gagal, eh taunya salah dari bahan dasar, huehehe..

Tadinya mau share proses belajar bikin keju sambil foto langkah-langkah dari awal, tapi karena sibuk kerja jadi lupa, dan karena sendirian, tim dokumentasi gak ada, apalagi pas gagal, malah makin gak mood foto-foto, hahaha..

Lain kali akan didokumentasikan deh, sambil belajar membuat keju lain, setidaknya teori dulu, sekalian belajar keju-keju lain yang selama ini bikin tipis kantong😀😀

Sekian curhatan yang diketik dengan tangan yang masih panas.

Sapporo, 13 September 2015

Deasy, yang makin semangat nyari ‘ilmu sampingan’

One thought on “I am ‘cheese’ing (Part 1) – Dsy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s