blog

Sang burung bersayap patah

Sang burung itu sudah lelah terbang, dan dia ingin pulang..

Terbang pulang menuju sarangnya..
Harapnya adalah mendapat peluk induknya..
Harapnya adalah membawa binar bahagia di istananya..
Mimpinya adalah memamerkan sayap kuatnya..
Menghangatkan hati induknya..
Membanggakan hatinya ketika sang burung pulang dengan gagah..

Tapi dia pulang membawa luka..
Haruskah dia berkata apa adanya, “Ibu, sayapku patah”
Haruskah dia menggoreskan luka di hati hangat itu?
Haruskah dia menangis dalam pelukan sang induk?
Menceritakan padanya betapa dia sudah hancur?
Melepaskan beban hatinya, pada sang induk..
Betapa sekian rangkaian mimpi dan impiannya sudah terkubur, patah, seperti patahnya sayapnya..

Apakah sang burung sanggup, menggoreskan luka di hati tua penuh harap itu?
Apakah dia mampu, menyandarkan sayap patahnya pada sang induk, dan mengubur hati hangat itu dalam lukanya?

Sang burung harus mencoba tegar..
Kembali terbang dengan sisa-sisa sayapnya..
Merangkai lagi mimpi baru..

Dan merelakan mimpinya yang terkubur..

Sang burung akan pulang, dengan sayap patahnya..
Tapi dia akan tegar di mata induknya..
Dia hanya ingin hati hangat itu tetap hangat..
Tempat dia menyandarkan lelahnya..

Sayapnya sudah patah, tapi hatinya tidak..
Sebagian hatinya sudah patah, tapi hati induknya harus tetap utuh..
Hatinya penuh luka, tapi dia harus tetap ceria dan penuh bahagia..
Mimpinya sudah patah, hancur, namun dia ingin pulang, memberi tahu induknya, bahwa segalanya baik-baik saja..

Sapporo, 22 Nov 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s